Ketua STAI Asy-Syuhada Tanamkan Semangat Kebangsaan dan Cinta Tanah Air kepada Mahasiswa Baru
Dipublikasikan: 23-08-2026
Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Asy-Syuhada Pelaihari memberikan pembekalan wawasan kebangsaan dan cinta tanah air kepada mahasiswa dalam rangkaian kegiatan orientasi mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027.
Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa baru agar tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan pemahaman keislaman, tetapi juga memiliki kesadaran sebagai generasi penerus bangsa yang menjunjung tinggi persatuan, nasionalisme, dan nilai-nilai kebangsaan.
Dalam pembekalannya, Ketua STAI Asy-Syuhada Pelaihari, Dr. H. Abdul Ghofur, S.H., M.Kn., menekankan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis dalam menentukan masa depan bangsa. Karena itu, mahasiswa perlu memiliki wawasan yang luas, sikap kritis, integritas, serta kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Mahasiswa bukan hanya dituntut untuk cerdas secara akademik, tetapi juga harus memiliki karakter, integritas, dan rasa cinta terhadap bangsa dan tanah air. Ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi harus memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa,” ujarnya.
Menurutnya, wawasan kebangsaan harus berjalan seiring dengan nilai-nilai Islam. Islam mengajarkan pentingnya persaudaraan, kedamaian, keadilan, toleransi, serta menjaga kemaslahatan bersama. Nilai-nilai tersebut menjadi modal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa baru agar tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan pemahaman keislaman, tetapi juga memiliki kesadaran sebagai generasi penerus bangsa yang menjunjung tinggi persatuan, nasionalisme, dan nilai-nilai kebangsaan.
Dalam pembekalannya, Ketua STAI Asy-Syuhada Pelaihari, Dr. H. Abdul Ghofur, S.H., M.Kn., menekankan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis dalam menentukan masa depan bangsa. Karena itu, mahasiswa perlu memiliki wawasan yang luas, sikap kritis, integritas, serta kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Mahasiswa bukan hanya dituntut untuk cerdas secara akademik, tetapi juga harus memiliki karakter, integritas, dan rasa cinta terhadap bangsa dan tanah air. Ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi harus memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa,” ujarnya.
Menurutnya, wawasan kebangsaan harus berjalan seiring dengan nilai-nilai Islam. Islam mengajarkan pentingnya persaudaraan, kedamaian, keadilan, toleransi, serta menjaga kemaslahatan bersama. Nilai-nilai tersebut menjadi modal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.


Ia juga mengajak mahasiswa untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman Indonesia. Perbedaan suku, budaya, bahasa, dan latar belakang bukan menjadi alasan untuk terpecah, melainkan kekayaan yang harus dirawat bersama.
“Cinta tanah air harus diwujudkan melalui tindakan nyata, seperti belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga persatuan, menghormati perbedaan, menaati aturan, berprestasi, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” tambahnya.
Pembekalan tersebut juga diarahkan untuk membangun kesadaran mahasiswa agar mampu menjadi generasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman, termasuk kemajuan teknologi dan transformasi digital. Mahasiswa diharapkan mampu menggunakan teknologi secara bijak, produktif, dan bertanggung jawab.
Kegiatan berlangsung dengan antusias. Para mahasiswa baru mengikuti materi dengan penuh perhatian dan mendapatkan kesempatan untuk memahami lebih jauh tentang peran generasi muda dalam menjaga keutuhan bangsa sekaligus mengembangkan kehidupan akademik yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
Pembekalan wawasan kebangsaan dan cinta tanah air tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi mahasiswa baru dalam menjalani perjalanan akademik di STAI Asy-Syuhada Pelaihari sekaligus mempersiapkan diri menjadi generasi penerus bangsa yang berilmu, berintegritas, dan berkarakter Islami.
“Cinta tanah air harus diwujudkan melalui tindakan nyata, seperti belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga persatuan, menghormati perbedaan, menaati aturan, berprestasi, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” tambahnya.
Pembekalan tersebut juga diarahkan untuk membangun kesadaran mahasiswa agar mampu menjadi generasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman, termasuk kemajuan teknologi dan transformasi digital. Mahasiswa diharapkan mampu menggunakan teknologi secara bijak, produktif, dan bertanggung jawab.
Kegiatan berlangsung dengan antusias. Para mahasiswa baru mengikuti materi dengan penuh perhatian dan mendapatkan kesempatan untuk memahami lebih jauh tentang peran generasi muda dalam menjaga keutuhan bangsa sekaligus mengembangkan kehidupan akademik yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
Pembekalan wawasan kebangsaan dan cinta tanah air tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi mahasiswa baru dalam menjalani perjalanan akademik di STAI Asy-Syuhada Pelaihari sekaligus mempersiapkan diri menjadi generasi penerus bangsa yang berilmu, berintegritas, dan berkarakter Islami.