Langkah Awal Menuju Prestasi: STAI Asy-Syuhada Pelaihari Bekali Mahasiswa Baru dengan Karakter dan Integritas Akademik
Dipublikasikan: 23-08-2026
Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Asy-Syuhada Pelaihari menggelar Orientasi Akademik Mahasiswa Baru pada Jumat, 21 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menyambut mahasiswa baru sekaligus memberikan bekal awal agar mereka mampu beradaptasi dengan kehidupan perguruan tinggi.
Orientasi akademik tersebut mengangkat tema “Membangun Karakter Akademik, Menguatkan Integritas, Meraih Prestasi dalam Bingkai Nilai Islam.” Tema ini menegaskan komitmen STAI Asy-Syuhada Pelaihari untuk tidak hanya mencetak mahasiswa yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan akhlak yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
Hadir sebagai narasumber Dr. Imam Bukhori, M.Pd, Kepala Subdirektorat Bina Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Aliyah/MAK, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI.
Dalam paparannya, Dr. Imam Bukhori menekankan bahwa mahasiswa perguruan tinggi harus memiliki kemampuan yang relevan dengan tantangan zaman. Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya menguasai pengetahuan, tetapi juga harus mampu berpikir kritis, kreatif, bekerja sama, dan berkomunikasi dengan baik.
Empat kemampuan tersebut dikenal dengan konsep 4C, yaitu Critical Thinking, Creative, Collaborative, dan Communication. Kemampuan tersebut, menurut Bukhori, tidak muncul secara instan, tetapi harus dibentuk dan dikembangkan melalui budaya akademik yang sehat.
“Mahasiswa harus dibiasakan untuk berpikir kritis, kreatif dalam menemukan solusi, mampu berkolaborasi dengan orang lain, serta memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Semua itu harus dibangun melalui budaya akademik di perguruan tinggi,” tegasnya.
Ia juga mendorong mahasiswa STAI Asy-Syuhada Pelaihari untuk aktif dalam berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik. Kehidupan kampus, menurutnya, merupakan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi, kepemimpinan, kreativitas, kemampuan berorganisasi, sekaligus membangun jejaring.
Orientasi akademik tersebut mengangkat tema “Membangun Karakter Akademik, Menguatkan Integritas, Meraih Prestasi dalam Bingkai Nilai Islam.” Tema ini menegaskan komitmen STAI Asy-Syuhada Pelaihari untuk tidak hanya mencetak mahasiswa yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan akhlak yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
Hadir sebagai narasumber Dr. Imam Bukhori, M.Pd, Kepala Subdirektorat Bina Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Aliyah/MAK, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI.
Dalam paparannya, Dr. Imam Bukhori menekankan bahwa mahasiswa perguruan tinggi harus memiliki kemampuan yang relevan dengan tantangan zaman. Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya menguasai pengetahuan, tetapi juga harus mampu berpikir kritis, kreatif, bekerja sama, dan berkomunikasi dengan baik.
Empat kemampuan tersebut dikenal dengan konsep 4C, yaitu Critical Thinking, Creative, Collaborative, dan Communication. Kemampuan tersebut, menurut Bukhori, tidak muncul secara instan, tetapi harus dibentuk dan dikembangkan melalui budaya akademik yang sehat.
“Mahasiswa harus dibiasakan untuk berpikir kritis, kreatif dalam menemukan solusi, mampu berkolaborasi dengan orang lain, serta memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Semua itu harus dibangun melalui budaya akademik di perguruan tinggi,” tegasnya.
Ia juga mendorong mahasiswa STAI Asy-Syuhada Pelaihari untuk aktif dalam berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik. Kehidupan kampus, menurutnya, merupakan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi, kepemimpinan, kreativitas, kemampuan berorganisasi, sekaligus membangun jejaring.


Dalam kesempatan tersebut, Dr. Imam Bukhori juga berharap agar organisasi kemahasiswaan di STAI Asy-Syuhada Pelaihari segera terbentuk dan berkembang sebagai wadah mahasiswa untuk belajar berorganisasi, mengasah kepemimpinan, mengembangkan kreativitas, serta menyampaikan gagasan secara konstruktif.
“Organisasi kemahasiswaan penting sebagai laboratorium kepemimpinan. Mahasiswa dapat belajar bagaimana bekerja dalam tim, menyusun program, menyelesaikan persoalan, berkomunikasi, dan bertanggung jawab,” jelasnya.
Pembentukan organisasi kemahasiswaan diharapkan dapat menjadi bagian dari ekosistem akademik STAI Asy-Syuhada Pelaihari. Melalui organisasi, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman kepemimpinan, tetapi juga dapat mengembangkan berbagai kegiatan yang mendukung visi dan misi perguruan tinggi.
Orientasi akademik ini sekaligus menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk memahami bahwa menjadi mahasiswa memiliki tanggung jawab yang lebih besar dibandingkan jenjang pendidikan sebelumnya. Mahasiswa dituntut untuk lebih mandiri dalam belajar, aktif mencari pengetahuan, mampu mengemukakan pendapat secara ilmiah, serta menjunjung tinggi etika dan integritas akademik.
STAI Asy-Syuhada Pelaihari berharap mahasiswa baru mampu menjadikan nilai-nilai Islam sebagai landasan dalam menjalankan aktivitas akademik dan kehidupan sehari-hari. Integritas, kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, dan akhlak mulia menjadi fondasi penting dalam membangun generasi intelektual Muslim yang unggul.
“Organisasi kemahasiswaan penting sebagai laboratorium kepemimpinan. Mahasiswa dapat belajar bagaimana bekerja dalam tim, menyusun program, menyelesaikan persoalan, berkomunikasi, dan bertanggung jawab,” jelasnya.
Pembentukan organisasi kemahasiswaan diharapkan dapat menjadi bagian dari ekosistem akademik STAI Asy-Syuhada Pelaihari. Melalui organisasi, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman kepemimpinan, tetapi juga dapat mengembangkan berbagai kegiatan yang mendukung visi dan misi perguruan tinggi.
Orientasi akademik ini sekaligus menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk memahami bahwa menjadi mahasiswa memiliki tanggung jawab yang lebih besar dibandingkan jenjang pendidikan sebelumnya. Mahasiswa dituntut untuk lebih mandiri dalam belajar, aktif mencari pengetahuan, mampu mengemukakan pendapat secara ilmiah, serta menjunjung tinggi etika dan integritas akademik.
STAI Asy-Syuhada Pelaihari berharap mahasiswa baru mampu menjadikan nilai-nilai Islam sebagai landasan dalam menjalankan aktivitas akademik dan kehidupan sehari-hari. Integritas, kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, dan akhlak mulia menjadi fondasi penting dalam membangun generasi intelektual Muslim yang unggul.

